BPBD Banten Berangkatkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

BPBD Provinsi Banten Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Di Sumatera, Melalui Jalur Darat Dan Laut, Pada Selasa (09/12/2025).

SERANG – Bantuan kemanusiaan dari Provinsi Banten resmi diberangkatkan menuju Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Selasa (9/12/2025). Bantuan tersebut dikirim melalui jalur laut dan darat setelah proses pengumpulan logistik di Posko Banten Peduli selesai dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati masyarakat Banten terhadap para korban bencana di wilayah Sumatera.

“Ini bagian dari rasa kemanusiaan kita. Bantuan yang dikumpulkan dari perusahaan maupun masyarakat umum telah kita berangkatkan dan akan diteruskan ke daerah terdampak,” ujarnya.

Belasan Ton Logistik dan Bantuan Tunai Dikumpulkan

Selama posko berjalan, donasi yang masuk tercatat mencapai belasan ton barang kebutuhan dasar seperti beras, selimut, pakaian layak pakai, dan perlengkapan darurat lainnya. Sementara donasi uang tunai melalui Rekening Banten Peduli pada Selasa (9/12/2025) pukul 11.24 WIB mencapai Rp164.967.000, dan akan digunakan untuk menopang distribusi bantuan di lapangan.

Adapun rombongan yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh menggunakan:

Mobil Box Nomor Polisi A 8224

Mobil Box Nomor Polisi A 8145

Mobil Box Nomor Polisi A 8304

Mobil Box Nomor Polisi A 8501

Mobil Fortuner Nomor Polisi A 1529

Mobil D-Max Nomor Polisi B 9623 TSC

Mobil Hilux Nomor Polisi A 1552

Innova Pramuka Nomor Polisi A 1235 RW

Semua logistik dan dana yang masuk didokumentasikan serta dilaporkan secara rutin setiap pukul 17.00 WIB melalui media sosial BPBD Banten sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Pastikan Kesiapan Tim dan Armada Sebelum Pendistribusian Bantuan

Selain menyalurkan bantuan uang tunai dan logistik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui BPBD memastikan seluruh tim yang diberangkatkan menuju Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam kondisi siap secara teknis maupun mental. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Banten, Lutfi Mujahidin.

Sebelum berangkat, Lutfi memimpin proses pengecekan seluruh armada pengangkut bantuan, termasuk kendaraan truk logistik, mobil taktis, hingga sarana pendukung lainnya. Pengecekan dilakukan mulai dari kondisi mesin, rem, ban, lampu, hingga kelengkapan alat komunikasi dan peralatan pengamanan. Evaluasi serta perawatan ringan dilakukan agar perjalanan darat jarak jauh berjalan aman tanpa gangguan teknis.

Selain kesiapan armada, BPBD Banten juga memperhatikan kesiapan mental relawan. Personel dibekali arahan mengenai situasi lapangan, peta distribusi bantuan, potensi cuaca ekstrem, serta langkah mitigasi risiko. Lutfi menegaskan relawan harus bergerak cepat namun tetap mengutamakan keselamatan.

“Ini misi kemanusiaan. Armada harus siap, relawan juga harus kuat secara mental dan fisik,” ujarnya dalam apel pelepasan.

Dengan koordinasi matang dan komando langsung Kepala BPBD, Pemprov Banten berharap bantuan dapat tiba tepat waktu dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Tim direncanakan tiba di lokasi bencana pada Kamis sore, sementara Gubernur Banten Andra Soni dijadwalkan menyerahkan bantuan secara simbolis pada Jumat pagi.

Tim BPBD Akan Menyusul ke Sumatera

Selain mengirim logistik, BPBD Banten juga menyiapkan keberangkatan tim ke lapangan. Namun Lutfi mengakui kondisi di Aceh dan wilayah lain cukup menantang: akses jalan terputus, listrik padam, serta distribusi udara yang sering kali tidak tepat sasaran.

“Seperti yang terlihat di media sosial, barang dijatuhkan dari udara dan sulit menjangkau titik korban,” ucapnya.

Meskipun begitu, BPBD menilai pendirian posko baru di lokasi bencana tidak diperlukan karena sudah tersedia banyak posko relawan dan koordinasi BNPB di lapangan.

Posko Banten Peduli Masih Berjalan

Posko Banten Peduli tetap beroperasi di Kantor BPBD Banten hingga 20–22 Desember 2025. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan masih dapat berpartisipasi sebelum penutupan posko.

Lutfi berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak, termasuk mereka yang tidak langsung terkena bencana namun terdampak akibat akses terputus dan listrik padam.

“Ini bentuk kepedulian kita. Tidak hanya yang terdampak banjir langsung, tetapi warga lain juga merasakan kesulitan karena listrik dan akses terputus,” tuturnya. (ADV)

0 Comments